Cerpen Beserta Strukturnya.

August 22, 2017 | Penulis: RoniHady | Kategori: N/A
Share Embed


Deskripsi Singkat

Cerpen diatas menceritakan seorang anak muda yang sedang sakit, penyakitnya baru diketahui setelah anak muda tersebut di...

Deskripsi

Misteri Kesehatanku Suatu hari, di pagi yang cerah dengan sinaran mentari dan dengan aktifitas yang seperti biasa pula . Namun, ada yang tidak biasa di pagi yang cerah ini, keadaan tubuhku yang kurang sehat atau bersemangat. Walapun begitu, tapi semua itu tidak menghalangi aku untuk melaksanakan kewajibanku sebagai pelajar. Seperti biasa aku berangkat menuntut ilmu (atau bisa kupersingkat dengan sekolah saja agar tidak terlalu panjang lebar) dengan diantar kontraaanku setiap harinya. Kontraaanku memang tidak pernah telat setiap harinya, kecuali ketika ada kepentingan beliau pasti memberitahu terlebih dahulu. Aku berangkat selalu lebih pagi dari teman – temanku yang lainnya. Sering pula aku yang membuka pintu kelas pertama kali. Suasana sekolah saat itu memang tak seperti biasanya, karena saat itu sekolahku sering terjadi kesurupan massal yang sebagian besar banyak terjadi pada teman-teman perempuan. Pada saat itu aku memang tidak bersemangat seperti hari – hari biasanya karena tubuhku yang kurang sehat, tapi aku harus tetap mengikuti pelajaran. Bel sekolah berbunyi, jam pelajaran pertama, kedua, ketiga telah selesai. Sekarang dilanjut untuk jam pelajaran keempat/terakhir yaitu mata pelajaran fisika, ditengah – tengah pelajaran aku merasa sangat pusing, dan badanku tidak enak. Aku mengisyaratkan pada tubuhku sendiri untuk kuat, kuat dan kuat dan aku yakin Allah SWT ada disampingku. Aku memberitahu keadaanku saat itu kepada temanku dan guruku, guruku saat itu mulai merasa resah karena keadaanku, karena takut hal yang tidak diinginkan terjadi. Aku melihat keluar kelas saat itu, ada selang air yang mengaliri air yang membasahi taman – taman depan kelasku. Aku meminta izin untuk sekedar berwudu’. Guruku mengiyakan keinginanku itu. Memang sakit yang aku rasa saat itu tidak seperti sakit kepala biasa. Entah mengapa, aku mulai berbicara sendiri, “Aku harus kuat, aku harus kuat. Aku tidak mungkin seperti teman – temanku yang lainnya.” Bel pulang berbunyi, itu berarti jam untuk pulang tiba, saat itu seakan surga didepan mata. Aku ingin sekali berbaring ditempat tidur kala itu. Memang, sakit kepalaku bertambah, bertambah sakit. Aku bergegas keluar dan menemui kontraaanku yang sudah menunggu diluar sekolah. “Mengapa aku seperti ini? Tumben sekali aku seperti ini.” Ujarku dalam hati saat berada diperjalanan pulang. Akhirnya, aku sudah sampai dirumahku. Tanpa fikir panjang, tanpa berganti pakain sekolah, aku bergegas menuju ranjang kamar tidurku untuk membaringkan tubuhku yang lemah saat itu. Sinar mentari yang muncul di jendela kamarku seakan ingin menanyakan keadaanku saat itu. Aku tak bisa terlelap walaupun sekejap saat itu. Mungkin karena rasa lapar yang aku rasa kala itu. Karena ketidakberdayaanku, aku mengirim pesan pendek pada kakekku, yang saat ini sudah tiada kalau aku sedang lapar saat itu. Kemudian beliau mulai mencariku dan menyuruh nenekku untuk menyuapi makanan untukku. Sore hari tiba, aku dianjurkan untuk periksa keperawat yang masih keluargaku saat itu. Aku tak berdaya saat itu, berjalan saja sangat pusing sekali kepalaku. Seakan bumi ini berputar bak halilintar. Setelah diperiksa aku didiagnosa kalau mengidap penyakit tifus. Berapa hari berlalu, sakitku belun juga sembuh. Selanjutnya aku periksa kembali kedokter didaerah tempat tinggalu. Dan sama, aku didiagnosa mengidap penyakit tifus juga. Setelah berapa hari periksa dan mengonsumsi obat dari dokter tersebut, aku belum juga pulih. Setelah kesekian kalinya aku periksa kedokter, aku hanya memperlihatkan lidahku. Dan, dokter langsung menganjurkan aku untuk opname. Entah bagaimana persaanku saat itu, tak karuan.

Aku dan keluargaku langsung berangkat keRSUD terdekat dari tempat dokter tadi. Disaat akan menyuntikkan jarum infus ketanganku, perawat yang menangani merasa kesulitan karena pembuluh darahku yang mengecil dan tidak terlihat, dikarenakan kekurangan cairan. Memang benar, disaat sakit makanan dan minuman sangat sulit masuk ketubuhku. Setelah jarum infus menancap ditanganku, dan aku segera dipindahkan keruang opname. Saat itu, aku meneteskan air mata. Karena tak menyangka aku bisa berbaring diatas ranjang opname rumah sakit. Melihatku meneteskan air mata, nenekku menenangkanku saat itu. Agar aku sabar dan tabah. Bahwa itu semua sudah kehendak Allah SWT. Sore hari di rumah sakit, seorang perawat mengambil darahku untuk diuji dilab dan memastikan penyakit apa yang sebenarnya ada dialam tubuhku. Tak lama, pada malam harinya dokter yang menanganiku datang kekamar opnameku dan memberitahu hasil lab. Ternyata diagnosa – diagnosa dari dokter dan perawat yang memeriksaku salah, aku mengidap penyakit DBD (Demam Berdarah) penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aides Aigepti. Dan dari saat itu aku ditangani, dan diberi obat untuk penyakit DBD. Beberapa hari telah kuhabiskan diatas ranjang opname. Dihari kelima aku diperbolehkan pulang dari rumah sakit, tepatnya pada sore hari aku keluar dari RSUD. Betapa bahaginya aku dapat kembali kerumah dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Setibanya di rumah, keluarga besarku menjengukku. Mereka bercanda tawa bersama. Betapa bahagianya aku melihat keluarga besarku berkumpul dihadapanku.



Struktur Cerpen : 1. Abstrak Pengalamanku ketika sakit 2. Orientasi Terdapat pada paragraph 1 – 4 3. Konflik Terdapat pada paragraph 5 – 8 4. Evaluasi Terdapat pada paragraph 9 5. Resolusi Terdapat pada paragraph 10 6. Koda Terdapat pada paragraph 11



Sinopsis :

Aman merasa keadaan tubuhnya kurang sehat. Sejak saat itu, Aman periksa dan tak kunjung sembuh. Kesekian kalinya Aman periksa, Aman disarankan untuk opname dirumah sakit. Hasil uji lab darahnya membuktikan kalau Aman mengidap DBD. Beberapa hari diopname, akhirnya Aman diperbolehkan pulang. Dia sangat gembira karena akan bertemu keluarganya dirumah.

Lihat lebih banyak...

Komentar

Hak Cipta © 2017 DOKUMENSAYA.COM Inc.